Sabtu, 01 November 2014

I'M FINE

Sebelumnya aku pernah membaca sedikit cerita terjemahan tentang apa yang akan ku tulis ini, lalu muncul dipikiran ku bagaimana jika aku membuat cerita itu menjadi cerita pendek dengen gaya dan pikiran ku sendiri. Dan ini flash fiction pertama ku, maaf kalau ada salah pengetikan..
                                                          ***
‘Apakah kau tau bagaimana rasanya ditertawai oleh dunia ini? Jika tidak mungkin kau harus bertanya padaku.’
                                                          ***
“evelin, apa kau sudah siap sayang untuk berangkat ke sekolah?” seperti biasa ibu membangunkanku dipagi hari untuk pergi kesekolah “ya, bu.” Jawabku singkat. Aku keluar dari kamarku yang terletak di lantai 2 rumahku dan siap untuk kesekolah. Bus sekolah telah menunggu di ujung perumahan rumahku. setiap pagi aku harus berjalan untuk menuju kesana, lumayan jauh dan melelahkan. “evelin datang” bisik teman temanku di dalam bus bahkan bagiku itu tidak terdengar sebagai bisikan melainkan teriakan. mereka berbisik menempelkan mulut mereka ke telinga orang lain tetapi itu sangat keras, aku hanya melihat sekeliling orang-orang yang melihatku seperti aku ini orang paling hina. Mereka membicarakan aku, melihat ku dengan mata sinis. dan yang paling membuatku selalu ingin menangis saat mereka menertawakannku, sekonyong-konyong aku ini boneka monyet yang menggendong drum di lengannya kirinya dan membawa stick drum dilengan kananya yang dimainkan dengan bantuan baterai sehingga monyet itu menepuk drumnya terlihat lucu jika dilihat oleh anak bayi bahkan bisa membuat para bayi itu tertawa geli melihat boneka monyetnya itu. ‘sepertinya dia akan mulai menangis lihatlah’ beberapa orang menunjuku dan tertawa. aku bersumpah dalam hatiku aku tidak akan menangis hanya karena omongan orang-orang ini, sumpah.
                                                          ***
“lenganmu akan naik keatas dan terlihat sangat jelek jika kau selalu menggunakan itu, tapi bagaimana lagi kau bisa jatuh jika kau tidak menggunakannya, evelin hahahaha” sapa-an pagi seperti ini selalu hampir setiap pagi aku dapatkan dikelas, kesal rasanya tapi aku tidak ingin beradu mulut dengan mereka. Lagi-lagi mereka menertawakanku. Membiarkan mereka membicarakanku adalah cara yang selalu aku gunakan, seakan-akan aku tidak peduli padahal jauh di lubuk hatiku paling dalam semua ini sangat menyakitkan, rasanya seperti sebuah timah panas keluar dari sebuah senapan masuk dengan cepat ke dalam jantungmu, membuatmu merasakan sakit yang amat sangat sakit dan membuat sebuah burung jatuh dari terbangnya yang sangat tinggi dan runtuh berkeping kedasar yang paling dasar. tidak ada yang berpihak padaku satu orang pun tidak ada, bahkan aku duduk sendiri padahal terdapat dua kursi disini. Kadang aku berpikir sebenarnya aku harus marah kepada siapa atas semua ini? Tuhan? Ibu? Ayahku? Atau diriku sendiri. Aku selalu terima semua itu.
                                                          ***
“evelin ayo segera turun dan makan malam bersama ayah dan adikmu sudah menunggu” akupun bergegas turun untuk makan malam bersama. “sini ibu ambilkan untuk kalian, apa nasinya sudah cukup evelin?” Tanya ibuku dengan penuh perhatian “cukup bu, terimakasih.” Jawabku “ibu ambilkan untuku juga” tambah jill, adik perempuanku yang berjarak sekitar 4 tahun denganku sekarang dia kelas 5 sekolah dasar dia begitu cantik dan yang tak kalah ku agumi dia ‘normal’. Aku hanya merasa dihargai saat aku dirumah, aku mencintai keluargaku. “kita harus control besok evelin” ayahku membuka pembicaraan “besok ibu dan ayah akan menjemputmu disekolah dan kita bersama-sama kerumah sakit” tambah ibuku dengan nada bicara yang sangat lembut “ya, baiklah” jawabku, tiba-tiba terpikir kejadian tadi siang di otakku “bu, yah apakah kalian bisa membelikanku kursi roda?” pertanyaan itu keluar dengan sendirinya “apa maksudmu evelin?” Tanya ayahku “aku tidak ingin menggunakan tongkat penyangga di lenganku lagi karena alat itu akan membuatku jelek dan lenganku akan naik” ibuku kaget setengah mati saat aku berbicara seperti ini aku tidak pernah berkeluh kesah kepada keluargaku tentang penyakit yang ku derita dan ejekan teman-temanku aku juga tidak pernah cerita “dan…..jalanku, aku tidak menyukainya bu, maka dari itu aku ingin menggunakan kursi roda” ibuku terlihat akan menangis dan aku sebenarnya tidak suka membuat mereka sedih atau khawatir tapi aku tidak sanggup memendam semua ini sendiri “apa ada yang mengejekmu tentang bagaimana kau berjalan evelin?” ibuku mengusap matanya “ya” jawabku, ibuku mulai menangis dan aku mulai merasa bersalah padahal aku sudah bersumpah untuk tidak membuat ibuku menangis lagi, setelah aku di diagnose terkena penyakit ini ibuku menagis tidak karuan hampir setiap pagi aku melihat matanya merah dan bengkak mulai saat itu aku bersumpah dalam hati aku tidak akan membuat ibuku menangis lagi. Tapi aku mengingkari sumpahku itu aku membuatnya menangis dan dadaku mulai sesak melihatnya menangis. “apa semua temanmu menertawakanmu evellin?” ibuku bertanya dengan terisak karena menangis, aku merasa bahwa aku tidak perlu menjawabnya, ibuku sudah sangat sedih lalu aku berpamitan untuk kekamarku. Kembali aku merenung siapa yang harus tanggung jawab semua ini? Pada siapa sebaiknya aku marah? Dadaku terasa sangat sesak dan aku mulai menangis terisak di kamar, aku mohon semoga malam ini tak pernah terjadi dan kata-kataku tadi tidak pernah terlontar dari mulutku dan ejekan dan tertawaan semua orang harusnya ku simpan sendiri.
                                                          ***
Hari ini hari dimana aku harus menjalani control untuk yang kesekian kalinya. bau rumah sakit, perempuan memakai baju putih, tabung oksigen, obat dan semua yang berhubungan dengan rumah sakit aku tidak suka. Aku berjalan ke ruangan dokter yang selama ini menanganiku dan wanita berumur sekitar 45 tahun itu mulai memeriksaku setelah itu mengabarkan kepada orang tua-ku bagaimana keadaanku “dia baik-baik saja penyakitnya tidak tambah parah dia sehat” dokter ana mulai menjelaskan, aku melihat kedua orang tuaku sangat bersyukur atas apa yang dikatakan dokter ana barusan “lalu dok, kapan penyakit putriku ini akan diangkat?” Tanya ibuku penasaran aku tidak berharap terlalu jauh tentang kesembuhan penyakit ini karena itu akan menimbulkan kekecewaan yang sangat besar jika aku berharap terlalu jauh “cerebral palsy adalah penyakit yang tidak mudah disembuhkan. Tapi selalu berdoalah bahwa penyakit evelin cepat sembuh” ya aku terkena penyakit cerebral palsy penyakit dimana penderitanya mengalami kelainan otot yang tampak aneh bagi sebagian orang. Maka dari itu aku tidak suka cara berjalanku yang dibantu dengan alat penyangga seperti orang pincang, aku hanya bisa menyeret kaki kiriku dan cara bicaraku terlalu aneh oleh orang lain. aku berbicara dengan artikulasi yang kurang jelas, itu semua yang membuat kenapa aku menjijikan dan hina di mata teman-temanku atau orang yang aku tidak kenal dijalan. Fisikku cacat tapi tidak berarti hatiku juga cacat hatiku ini normal, aku hanya ingin mereka semua melihatku bukan dari fisik, selalu aku berdoa agar mereka semua berhenti membuatku sakit hati berhenti membuatku berpikir dengan siapa seharusnya aku marah, Berhenti memaki-ku, apakah mereka tau bahwa aku muak dengan semua itu?
                                                          ***
Seperti biasa aku harus pergi kesekolah setiap hari. Aku berjalan menuju kelasku dan tiba-tiba ada seseorang datang dari arah yang berbeda dan aku tidak sengaja menabraknya tidak tau tepatnya siapa yang di tabrak dan siapa yang menabrak dan aku terjatuh, pria itu hanya melihatku dan mulai tertawa “kau punya mata tidak? Pakai matamu bodoh!” pria itu meninggalkanku dengan cara berjalan dan berbicara menirukanku menyeret kaki kirinya dan melenggang pergi hatiku sangat sakit sekali ingin rasanya aku menangis sekeras-kerasnya betapa susahnya aku untuk bangun dari jatuhku sedangkan orang lain hanya melihatku dan tertawa, ingin sekali aku bertanya pernahkah mereka membayangkan menjadi aku? menjadi orang yang sering ditertawakan? menjadi orang yang cacat? menjadi orang yang selalu dihina? apa mereka semua tidak bisa merasakan perasaanku, satupun adakah? Aku mencoba berdiri sekuat tenaga tapi tetap tidak bisa sampai pada akhirnya ada guru yang lewat dan membantuku dia minta maaf atas semua yang dilakukan muridnya yang tidak menolong ku dan hanya mentertawaiku. Aku berterima kasih kepada tuhan masih ada orang yang mau membantuku.
                                                          ***
Lambat laun penyakitku ini menjalar ke otot tangan kiriku sehingga tidak dapat digerakan dengan optimal, aku bersyukur bukan tangan kanan ku. Tapi aku mulai putus asa, penyakit ini mulai menjalar ketubuhku. Harus bagaimana aku saat disekolah? Aku menelan semua rasa Malu-ku dan menuju sekolah pagi itu, ada tugas dari pak jones untuk mengapalkan sebuah sastra inggris lama, jujur aku belum terlalu hapal mengenai itu. Satu per satu murid dipanggil maju kedepan untuk dinilai hapalannya sejauh ini hanya satu orang yang bisa menghapal dengan benar. Hukumannya yang tidak bisa menghapal dengan benar harus lari memutari lapangan bersama anak yang tidak bisa lainnya. Giliranku tiba, “evelin anastasha” panggil pak jones semua orang sekarang sedang menahan tawanya melihat aku maju. Aku mulai menghafal tapi sungguh aku ingat semua kalimat dalam hafalan itu “maaf pak jones, aku tidak bisa menghapal semuanya” wajah pak jones berubah begitu juga teman-temanku, aku berjalan keluar kelas dan menaruh alat penyanggaku di pintu kelas tiba-tiba pak jones berteriak “tidak evelin! Jangan! Hukuman itu tidak berlaku untukmu” jelas pak jones, aku menatap seluruh temanku, sekarang wajah mereka berubah mengasianiku dan aku sudah tidak bisa melihat dengan jelas karena air mataku “kenapa tidak berlaku untukku juga? Aku tidak bisa menghafalnya mr jones, kenapa aku tidak boleh berlari seperti mereka teman sekelasku? Aku hanya ingin menjadi normal seperti mereka!” “kau berbeda eve!” “apa yang membuatku berbeda dengan mereka semua? Kita sama-sama manusia, mempunyai hati, tangan, kaki dan indera lain. Hanya aku…….manusia cacat” aku mulai terisak tak karuan aku tidak bisa melihat apapun sekarang karena mataku. Pertama kalinya dalam hidupku aku bisa mengeluarkan rasaku ini kepada teman dan guruku dadaku sesak, rasanya seperti sangsak yang dipukul oleh petinju nomor satu dunia dan dipukul oleh kayu kasti dan di lambungkan ketempat yang berduri. Aku menyerka air mataku sekarang terlihat jelas keadaan dikelas, teman-temanku menangis entah menangis karena kasihan padaku atau karena mereka sadar atas apa yang mereka lakukan selama ini. Pak jones menghampiriku dan memelukku salah satu temanku berbicara dengan terisak “eve maafkan aku selama ini, aku tau kau pasti sangat kesepian, aku sedih saat kau berbicara seperti itu aku membayangkan bahwa aku seperti kau di tertawakan, dihina. Aku memang normal secara fisik tapi aku sadar hatiku cacat….eve maafkan aku” aku tambah terisak mendengar pernyataan jennie, mereka semua sadar bagaimana aku sekarang, bagaimana perasaanku. Andaikan mereka bisa sadar dari awal betapa indahnya kehidupan ini, terimakasih tuhan aku tidak akan marah dan minta pertanggung jawaban ini kepada siapapun sekarang.
                                                          ***


Kau tau tuhan pasti akan mengabulkan doamu entah kapan, tetaplah berusaha dan berpikir positif walaupun batin dan hatimu merasa sangat sakit dan sesak. Aku hanya minta kepada tuhan semoga semua orang bisa dekat dan peduli padaku, tidak menghina, menertawakanku. Dan semua itu terkabul. hampir seluruh ototku sudah tidak bisa digunakan dengan optimal aku berterimakasih karena tuhan telah menyadarkanku bahwa di dunia ini tidak ada yang salah, bukan hidup yang salah tidak ada yang membuatmu marah semua ini kuasa tuhan, tuhan yang mengatur, kau hanya perlu menjalankan dengan penuh kesabaran. Dan untuk keluargaku terimakasih telah mendidik dan membesarkan anakmu yang cacat dan membuat malu keluarga ini. Terimakasih.

Selasa, 01 Juli 2014

#sad :(

sekitar 2 minggu yang lalu lah handphone aku ilang pas lagi perjalanan dari jakarta mau ke jogja, padahal hp itu berharga banget buat aku susah dapetin juga dan yang bikin sedih lagi flashfiction pertama aku ada disitu:( padahal nih ya aku ngebuat ff itu ada 2 bulan lebih, padahal ff itu mau aku post ke blog ini:( aku juga lupa kenapa gak aku copy dulu di laptop waktu itu. pokoknya kecewa banget lah T^T

Sabtu, 14 Juni 2014

kadang sendiri itu butuh

ramai terkadang gak selalu menyenangkan, malah kadang menjengkelkan. kesunyian itu indah entah banyak orang sependapat sama aku atau gak, serius kadang ramai buat aku kesel dimana-mana teriak-teriak apa lagi kalo lagi badmood banget ya okelah aku juga sering teriak-teriak tapi pernah gak sih mereka mikir kalo mereka teriak-teriak itu ganggu orang lain, sebel. atau mungkin pas kita udah nyoba minggir mereka malah ngikutin kita dan 'lagi-lagi' ribut ga jelas annoying banget gak sih kita udah ngalah tapi malah di ikutin terus. kayak semalem entah kenapa aku badmood banget terus di ganggu sama kakak rasanya pengen keluar rumah, dan gak tau rasanya pengen marah aja.